Tuesday, November 30, 2010

Ini Untuk MAMA!


Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulilah,setelah sekian lama menyepi dari dunia blog,akhirnya Allah mengizinkan saya untuk sekali lagi mencoret sedikit sebanyak di blog yang serba ringkas ini.

Cuti dua bulan sudah berlalu.Malaysia telah jauh kutinggalkan.'
Entry' kali ini lebih menjurus kepada 'layanan perasaan' saya.Maaf andai anda tak terhibur dengan 'post' kali ini.

**************************************************************************************

*Untuk lebih menghayati ‘entry’ kali ini,sila dengar lagu ‘Jasa Bonda' sambil membaca.



“Aku pergi dulu ye!”kata Rara,rakan serumahku.Jam baru menunjukkan pukul 7.50 pagi.Hari ini merupakan hari ketiga bagi semester ketiga yang baru bermula kelmarin.Walaupun kami serumah,tetapi jadual kuliahku tidak sama dengan Rara,Nana,Kaka dan Yuyu.

Aku sendirian lagi di bilik.Mujur kuliah Nana dan Kaka bermula pada pukul 10 pagi.Kalau tidak,pasti aku keresahan dek ditinggalkan berseorangan di rumah.Bukan di Malaysia tapi di Mesir.Negara yang aku jejaki ini bukan sebarangan tempat.Malah negara ini menyimpan beribu memori tentang Nabi Musa dan Firaun si durjana itu.

Tanganku pantas sahaja mencapai tetikus komputer ribaku lantas mengklik ‘folder’muzik.Kemudian nota untuk petang nanti kuselak sekadar untuk mendapatkan gambaran pelajaran pada hari ini.Sejak di bangku sekolah lagi aku memang selalu membaca nota sambil mendengar lagu seolah-olah telah menjadi hobi .Seketika selepas itu,lagu ‘Jasa Bonda’ kedengaran.Nota yang kupegang diletak di atas katil.Aku menghayati lagu yang syahdu ini.

Kau dibuai mimpi,dia jaga

Kau bersenang,dia bekerja

“Ma,Along tak boleh tidur malam tadi.Tak nyenyak langsung.Teruk betul demam kali ni”aku mengadu.

“Mana ada.Awak ada jugak tidur walaupun sekejap.Mama tak tidur langsung tengok-tengokkan awak,”jawab ibuku.

Kasihan Mama.Semoga Allah sentiasa melindunginya.

Untukmu tiada terbatas

Memberi,tak minta dibalas

Ingin dibinanya untukmu

Kehidupan yang sempurna

Punya kekuatan jiwa

Punyai maruah

Ma,Along rasa Mama tak payah la hantar Along pergi tuisyen.Along belajar dekat rumah je.Jimat sikit duit,”cadangku pada Mama denga

n niat untuk mengurangkan beban Mama dan Abahku.Tambahan pula,kami bukan datang dari golongan kaya.

“Awak belajar je,Long.Jangan

fikir pasal duit.Itu tugas Abah dan Mama.Kerja awak,belajar je,”jawab Mama selamba.

Leterannya dari rasa luhur

Menegur sebelum terlanjur

Itulah yang diwarisi

Pesan ibu terpahat di hati

Beringat-ingatlah,berpesan-pesan untuk kebaikan

Marah bukan kebencian tapi tanda sayang

“Janganlah garang sangat dengan adik tu Long.Dia kecik lagi,”tegur Mama.

“Ma,budak-budak ni dah melampau sangat.Kalau biar je,nanti makin melampau.Dia ambik Along punya barang.Hish,geram betul lah!”dengusku.

“Adik awak ni nanti la yang tolong awak nanti,”balas Mama.

Kata-kata Mama betul.Sekarang adikku itu yang selalu membantuku walaupun baru berusia 8 tahun.

Engkau semakin dewasa berjiwa merdeka

sedangkan dia semakin tua membilang usia

Ma,Along nak keluar dengan Hana dekat KLCC,boleh?”tanyaku pada Mama,meminta izin.

Kalau dekat Subang je,tak boleh?Sunway Pyramid ke?”kata Mamaku memberi cadangan yang sebenarnya risau jika aku keluar dengan kawan-kawan ke tempat yang jauh dari rumah.

Di saat engkau berjaya dia tiada berdaya

Semoga engkau tak lupa jasa bonda

Pipiku terasa hangat kerana air mataku jatuh dengan rancaknya apabila terdengar baris akhir lagu ini.Fikiranku melayang teringatkan nenekku yang sakit strok.Perlu dijaga dengan baik kerana dia tidak lagi boleh berjalan seperti dahulu.Ada sesuatu yang bermain-main di fikiranku.Sanggupkah aku menjaga Mama dan Abah jika keadaan mereka menjadi seperti itu?

Lantas aku bertekad dalam hati,walau apa pun terjadi pada mereka,aku berdoa agar Allah sentiasa menguatkan semangatku dan menambah ketabahanku untuk terus menyayangi mereka dan menjaga mereka hingga ke akhir hayatku.

*************************************************************************************

Air mataku tidak putus-putus mengalir.Biar pun tidak sampai seminggu berpisah dengan keluarga dek tuntutan mencari ilmu di rantau orang,kerinduan yang ditanggung hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Ya Allah,Tuhan yang Maha Mendengar doa hamba-hambaNya,peliharalah kedua-dua ibu bapaku,sayangilah mereka,berkatilah mereka dan janganlah Engkau mengambil mereka ketika aku jauh di perantauan kerana aku sangat menyayangi mereka.Dan sungguh aku tidak kuat untuk menghadapi perpisahan abadi dengan mereka ketika ini.Kurniakanlah mereka kebahagiaan di dunia dan akhirat.Ampunkanlah dosa-dosa mereka.Amin..

ALONG sayang MAMA & ABAH fillah abadan..

Sunday, October 24, 2010

Sang mukadimah..





Bismillahirrahmanirrahim..

Subuh yang hening itu
Sang Pencipta masih mengutuskan para malaikat
Untuk mengejutkan hamba-hambanya yang beriman
Dalam dingin titis-titis wudhu'
Kembali bersujud mengakui keEsaanNya
Menjana kekuatan rohani untuk memulakan hari
Alhamdulilah,YA RABB!

Thursday, October 21, 2010

Khas untuk Abah..



Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulilah,Allah masih memanjangkan umur kedua-dua Mama dan Abahku.

Sebuah tulisan yang berjaya membuat aku mengalirkan air mata,ingin kukongsi bersama kalian semua,khasnya untuk Abah.

Karya ini saya hanya 'copy' dan 'paste' sahaja.
***************************************************************************************

Tentang ayah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH?

Mungkin kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahuka

h kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dr bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik basikal .Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantu di basikalmu .Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya", itu kerana ibu takut puteri manisny

a akan terja

tuh lalu terluka....

Tapi sedarkah dikau?Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.

Pada saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba.Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.

Saat kamu ditimpa sakit , ayah lah yang terlalu khawatir sampai kekadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air sejuk!".Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..

Ketika kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?Kerana bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah.Tahukah kamu,bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berbuall berdua di ruang tamu..Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khuatirdan bimbang.Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut - larut.Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu..Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"

Setelah lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau Engineer. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.ayah harus melepaskanmu di bandar.Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "puteri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik....Bahagiakanlah dia bersama suaminya...rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"

Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Ayah telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU MAMPU" dalam segala hal..

************************************************************************************

Semoga kita semua tergolong dalam orang-orang yang mengenang jasa ayah dan bonda.

To Abah,thanks for everything.May Allah bless you in this world and the day after.

Sekian,wallahualam.

TLoA:Jangan kau lupa..

Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulilah,dalam kesibukan untuk persediaan peperiksaan,datang pula tugas yang menuntut sedikit komitmen.Namun begitu,sebagai seorang mukmin,tanggungjawab yang diberi pasti dilaksanakan.

Tema The Letter of Avicenna(TLoA),majalah rasmi Perubatan Cawangan Iskandariah (PCI) pada bulan ini ialah HUBUNGAN.

Maka,setelah mengharungi kekalutan untuk menjawab ujian praktikal modul 7,masa yang Allah beri selebihnya digunakan untuk menyiapkan sedikit karya yang berkaitan tema.

***************************************************************************************
JANGAN KAU LUPA....

Duhai sahabat,


Maafkan aku andai warkah kirimanku ini mengambil sedikit masamu yang berharga itu.Tetapi ada beberapa perkara yang ingin kukatakan padamu kerana kau adalah sahabatku.


Sahabat,


Lama sungguh tidak kita ketemu.Kau sudah banyak berubah mengikut rentak usia.Aku baru sahaja usai meninjau gambar-gambarmu di laman ‘Facebook’.Terpana aku melihatmu.Kau bertambah cantik sekarang.Ya,aku tidak berdusta tentang itu.

Sahabat,


Biarlah aku berterus terang sahaja tanpa berselindung apa-apa pun kerana kau sahabatku.Ukhuwah yang dibina pun sudah bertahun-tahun lamanya.Atas alasan itu juga kugelarkan kau ‘sahabat’,bukan pula ‘teman’,’rakan’ atau ‘kawan’ kerana kau sangat dekat denganku.Dekat di hatiku.


Reaksi pertamaku apabila melihat gambarmu,mataku berkaca-kaca.Hatiku sedih seolah-olah tidak percaya gambar yang sedang kulihat adalah gambarmu.


Kau sudah tidak bertudung lagi.

Kenapa sahabatku?Atas rasional apakah kau jadi begini?


Adakah kau lupa,kita pernah sama-sama menuntut ilmu agama di sekolah yang penuh barakah itu?


Adakah kau juga lupa menutup aurat itu satu kewajipan?


Tidakkah kau ingat dalil Al-Quran yang pernah Ustazah Ana ungkapkan di kelas kita dahulu?


“Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin semua hendaklah mereka melabuhkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih memastikan mereka agar dikenali (sebagai wanita Islam) supaya mereka tidak diganggu.” (al-Ahzab: 59)


Aku kira kau sudah faham benar dengan suruhanNya ini.Kau pelajar pintar di kelas kita dahulu.Sudah semestinya sepotong ayat ini tidak mustahil untuk kau fahami.



Sahabat,


Terkedu sebentar aku melihat gambar profilmu di ‘Facebook’.


Kau tidak berseorangan,tetapi kau berdua,bersama seorang lelaki ajnabi.


Sungguh aku terkilan melihat kau merelakan lelaki ajnabi itu merangkul pinggangmu sambil berlaga pipi mempamerkan saat bahagiamu.Air mataku mengalir buat sekian kalinya.Sebak.

Ya Allah!



Kau lupakah,sahabatku?Tiada pergaulan bebas yang dibenarkan dalam Islam!


Bukankah kita acap kali diterangkan mengapa ‘couple’ itu haram semasa di sekolah dahulu?


Bukankah kita dididik untuk tidak mengamalkan pergaulan bebas sejak di bangku sekolah lagi?


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” ( Al-Israa’: 32)


Maafkan aku kerana menegurmu sebegini rupa.

Kau yang kukenali dulu tidak pernah pun berurusan dengan lelaki ajnabi tanpa seorang teman,kini sudah berani keluar berdua-duaan dengan lelaki ajnabi di hadapan khalayak ramai.



Atau mungkinkah kau sudah lupa kita pernah sama-sama berusrah dan membincangkan hadis-hadis ini?


Daripada Abu Hurairah r.a katanya, Nabi S.A.W. bersabda :

“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menetapkan nasib anak Adam mengenai zina. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Zina mata ialah memandang. Zina lidah ialah berkata. Zina hati ialah keinginan dan syahwat,sedangkan faraj (kemaluan) hanya menuruti atau tidak menuruti.”*


Hadis kedua; Daripada Abu Hurairah r.a., dari Nabi S.A.W. sabdanya :

“Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya menden

gar. Lidah, zinanya berkata. Tangan, zinanya memukul. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti atau tidak mengikuti.”


Tetapi kini,apa yang telah mempengaruhimu untuk memilih si dia berbanding si DIA yang maha agung?


“Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang

baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur':26)


Tidakkah kau yakin dengan janji Allah?


Janji Allah adalah pasti.Bukan dusta semata-mata.


Tinggalkanlah ‘si dia’.Allah telah lama menyediakan jodoh untukmu.Cuma cepat atau lambat itu biarlah Allah sahaja yang menentukan kerana Dia maha mengetahui.Kalau bukan di dunia,yakinlah bahawa Allah menyediakan jodoh yang terbaik untukmu di akhirat nan abadi.InsyaAllah.



Sahabat,


Semakin lama ,kurasakan ukhuwah kita sema

kin renggang sejak kau sudah pun ‘berpunya’.


Kau lebih sedia meluangkan masa dengan ‘si dia’ berbanding denganku,sahabat baikmu apatah lagi dengan teman-teman yang lain.Seringkali pula kau biarkan emel yang kukirim padamu dibiar tidak berbalas.


Kau tidak semesra dulu.Aku rindukanmu,sahabat!


Kenangan susah dan senang kita bersama masih lagi segar di ingatanku.Sungguh aku merindui saat-saat kita bersama dahulu.Bersama-sama meredah hujan demi ke usrah di masjid.Aku juga rindukan saat kita sama-sama didenda Ustazah Sumayyah kerana sering terlewat menghadiri kelas tajwidnya.


Tetapi aku dapat rasakan kau semakin jauh denganku.


Dan berpegang teguhlah kamu semua dengan tali Allah (Islam) dan janganlah kamu bercerai-berai, serta ingatlah nikmat Allah suatu ketika dahulu (ketika Jahiliyyah) kamu bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hati-hati kamu, lalu jadilah kamu dengan nikmat Allah tersebut orang-orang yang bersaudara. Dan ketika kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya agar kamu mendapat petunjuk.”


Dan hendaklah terdapat di kalangan kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah daripada munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.”

(Ali ‘Imran: 103-104)



Sahabat,

aku sahabatmu,masih menyayangimu bukan hanya kerana kau sahabatku,tetapi kau juga saudara seagamaku.Menjadi tugasku untuk mengajakmu kembali ke jalan hidup yang diredhai Allah seperti mana yang telah kita praktikkan ketika berada di sekolah yang penuh barakah itu.


Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka dia hendaklah menegah kemungkaran itu dengan tangannya iaitu kuasanya. Jika tidak mampu, hendaklah ditegah dengan lidahnya. Kemudian kalau tidak mampu juga, hendaklah ditegah dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.


Aku enggan dituduh mempunyai iman yang lemah.Maka atas alasan itulah aku menggagahkan diri menulis warkah ini bukan semata-mata untuk berlagak baik di hadapanmu.Mungkin juga apa yang telah berlaku terjadi di luar kesedaranmu.


Aku sedar kita manusia yang sering lupa.


Aku juga pernah jahil,pernah khilaf.


Alhamdulilah,Allah izinkan aku berubah.


Jika aku berjaya melawan nafsuku sendiri,mengapa tidak kau?


Aku tidak mahu berusaha mencari syurgaNya seorang diri.


Aku mahu ke sana bersama-sama orang yang kukasihi,termasuk kau,sahabatku.


Maka aku datang untuk saling mengingatkan.


Jangan pernah kau putus asa untuk kembali ke jalanNya kerana pintu taubat sentiasa terbuka untuk orang-orang yang mahu bertaubat.



Yang masih menyayangimu,

Sahabatmu.

***************************************************************************

Kalau ada yang terkhilaf atau yang terasa hati,mohon untuk diampunkan.

Sekian,wallahualam.

RALAT..Maafkan saya!


Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulilah,Allah masih memberi saya nikman iman dan Islam serta sedikit kudrat untuk meneruskan usaha dakwah melalui 'pena' blog ini.

Ralat..
Dalam 'entry' saya yang bertajuk 'Anda Sibuk?',saya ada selitkan hadis yang matannya berbunyi

"Carilah ilmu hingga ke negeri Cina"

sebenarnya berstatus HADIS PALSU!
Maka,maafkan saya sekali lagi kerana tidak meneliti sumber dengan betul.Sebarang kemusykilan,bolehlah melayari 'link' di bawah.

http://al-ahkam.net.

Sekian,wallahualam.

Sunday, June 6, 2010

TLoA:KUATKAH DAKU ANDAI TIANG ITU MASIH RAPUH?(Cerpen)


Bismillahirrahmanirrahim...


Setinggi-tinggi kesyukuran dipanjatkan pada Allah atas nikmat yang diberi.Moga nikmat ini bukan istidraj yang datang untuk menguji.Modul 5 pun sudah tiba di penghujungnya dan seperti biasa,ada tugas yang menanti.Majalah The Letter of Avicenna(TLoA),majalah rasmi Perubatan Cawangan Iskandariah(PCI) bakal keluar tidak lama lagi dengan temanya 'Mencari Kekuatan Diri'.


************************************************************************************


Everytime you feel like you cannot go on

You feel so lostThat your so alone

All you is see is night

And darkness all around

You feel so helpless

You can’t see which way to go

Don’t despair and never loose hope

Cause Allah is always by your side
Insha Allah

Telefon bimbitku berulang-ulang kali mendendangkan lagu InshaAllah nyanyian penyanyi arab terkenal,Maher zain.Oleh kerana lagunya sangat menenangkan serta menyentuh kalbu,aku menjadikannya sebagai nada dering untuk jam locengku di telefon bimbit.Tanganku pantas meraba-raba di bawah bantal mencari telefon bimbitku.Hah,dapat pun!Dengan bersusah payah aku membuka mata dan....

Astaghfirullahalazim!6.07a.m?

Aku kesiangan lagi pagi ini dan paling menyedihkan solat subuhku ‘gajah’ lagi.Mungkin bukan gajah tetapi ‘dinosaur’ layaknya kerana kini subuh di Mesir tiba awal sekitar 4.15 pagi.Masuk pagi ini sudah 3 kali berturut-turut aku terlewat bangun untuk mengerjakan solat subuh.Lantas aku beristighfar lagi sambil melompat dari atas katil.Langkahku dipercepat.Tiang agamaku tidak mungkin kubiarkan terus rapuh.Biar sudah terlambat,solat harus dikerjakan.Keampunan harus kupinta dari Yang Maha Esa.

*****************************************************************************

Matahari makin terik.Peluh cepat sahaja bertelur di dahiku.Mujur kelas selama 6 jam berturut-turut sudah pun tamat.Alhamdulilah.Namun ada sesuatu yang kukesalkan.Walaupun si pensyarah hebat dalam menerangkan ilmu-ilmu medik pada kami,nampaknya aku gagal memahaminya dengan baik.Aku tidak dapat fokus sedang teman-teman yang lain tersenyum lebar sambil memuji-muji kehebatan si pensyarah tadi menghurai tajuk pelajaran pada hari ini.Muhasabahku mengingatkan aku pada solat subuh yang terlewat pagi tadi.Mungkin inilah akibatnya andai solat subuh yang merupakan permulaan hari pun tidak dikerjakan pada waktunya.Bibirku melafazkan istighfar lagi.

Setibanya aku di asrama MARA,aku terus mengajak ahli baitku mengerjakan solat asar berjemaah.Kali ini solatku lebih khusyuk seolah-olah ingin berlama-lama ‘mengadap’ Dia demi memohon keampunan dari setiap penjuru khilaf yang telah kuperbuat.Usai solat,wirid yang aku imami sengaja aku panjangkan dek kerana perasaan rasa bersalahku padaNya masih berbaki.

Sejam lagi Madrasah al-Razi akan bermula.Hendak mengulangkaji pada waktu petang-petang sebegini selalunya apa-apa yang dibaca susah sedikit mahu difahami tambahan pula memang aku sudah terbiasa belajar selepas solat maghrib.Untuk mengisi masa lapang ,kubuka komputer ribaku untuk menyemak emel.Tiba-tiba ‘offline message’ dari Kak Mardhiah,mahasiswi usuluddin Universiti Al-Azhar muncul di skrin.

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibandingkan dengan orang yang membakar 70 buah Al-Quran, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Kaabah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahawa orang yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah lapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Aku terkedu.Mesej yang diterima betul-betul terkena di batang hidungku sendiri.Tak dapat kubayangkan betapa seksa dan dahsyatnya azab Allah.Air panas yang terkena ditanganku semasa membancuh teh pagi tadi pun sudah cukup membuatku terjerit,apatah lagi azab Allah yang maha pedih.

”Nauzubillah min zalik”ucapku dalam hati.

Sememangnya pagi tadi aku bukan sengaja melewatkan solat subuhku.Aku cuma terlewat bangun oleh sebab kepenatan belajar sehingga terbawa-bawa ke dalam lena yang panjang.Namun perasaan bersalah terasa kuat sehingga diri terasa hina .Ah,lama sungguh aku melayan perasaan.Madrasah al-Razi bakal bermula sebentar sahaja lagi.


************************************************************************************

Tingkat 3 bangunan MARA Iskandariah sudah dibanjiri dengan kedatangan mahasiswa dan mahasiswi.Seperti biasa,bilangan akhawat melebihi bilangan ikhwah yang hadir.Tidak lama kemudian,Ustaz Salman Maskuri atau lebih dikenali sebagai ‘akhisalman’ di alam maya tiba diiringi beberapa orang ikhwah.

Syukur pada Allah kerana dengan adanya insan yang bersungguh-sungguh mahu berkongsi ilmu seperti Ustaz Salman,kami mendapat pelbagai ilmu yang sudah semestinya tidak mungkin diperolehi di fakulti perubatan.Meski pun sistem pembelajaran tampak menarik diselang-selikan pula dengan lawak-lawak ustaz yang pastinya mengundang tawa,tumpuanku agak terganggu dek kehadiran ikhwah yang seorang ini.

Petang ini ,dia nampak bersahaja memakai baju melayu biru laut,warna kesukaanku .Tambahan pula, dia memilih untuk duduk betul-betul sebaris denganku.Ah,Allah memang sengaja menguji keimananku.Pandanganku asyik terarah ke arah pemuda itu.Entah mengapa hatiku berkenan sungguh padanya.Mungkin kerana akhlaknya yang baik ditambah pula dengan sikapnya yang peramah serta berkepimpinan.Tapi,dia tidak pernah pun tahu aku mengaguminya dalam diam.Cuma terdaya memandangnya dari jauh.

Lamunanku terhenti apabila Ustaz menyentuh bab hati.Tumpuanku bertambah semula.Ada kata-kata ustaz yang merenggut ketenangan di hatiku.Kata ustaz,semasa solat kita hendaklah khusyuk kerana apabila kita teringat perihal dunia sedang bibir memuji kebesaranNya,Allah akan berkata dengan nada yang sedih

Yang mana lebih penting?Aku atau perihal dunia yang kau ingat itu?”.

Kemudian apabila kita teringat lagi perihal dunia buat kali kedua setelah datangnya khusyuk,Allah akan bertanya soalan yang sama buat kali kedua.Dan apabila kita teringat perihal dunia buat kali ketiga,Allah tidak akan bertanya lagi.Jika Allah sudah tidak hiraukan kita lagi,adakah solat yang kita laksanakan diterima?

Aku terus tersentak.Kelas Madrasah al-Razi kali ini betul-betul memberi impak besar pada diriku.Dadaku terasa bagai dihempap.Sedih,terkilan,menyesal semuanya menjadi satu.Seisi kelas terdiam seibu bahasa bagai bermuhasabah sendiri waktu itu juga.Ya Allah,orang yang melaksanakan solat,tiang agamaMu pun ada cacat celanya apatah lagi orang yang menunaikan solat tapi di hujung-hujung waktu sepertiku ini.Ya Allah,ampunkan hambaMu ini.

Kali ini mataku tidak terarah ke arah sang pemuda itu lagi.”Maksiat mata!”bentak hatiku.Aku bertekad,perasaan ini tidak harus dilayan dan solat selepas ini akan kukerjakan dengan sebaiknya walau terpaksa berperang dengan diri sendiri melawan kemalasan serta hasutan syaitan.Ya!Aku harus kuat untuk menjadi muslim yang sejati.Biar Islam pada diriku bukan sekadar tertulis di kad pengenalan.Tapi biar terzahir pada hati,lafaz serta prbuatanku.


**********************************************************************************


Allahuakbar,allahuakbar....

Azan sudah pun berkumandang.Alhamdulilah,subuh kali ini aku berjaya bangun awal.Terasa gembira yang teramat sangat sehingga ke kelas pun aku masih tersenyum. Pada sujud terakhir,ada air mata keluar berlinangan dari tubir mataku.
Alangkah indahnya hidup dalam iman.
Alhamdulilah...

TLoA:Anda Sibuk?


Bismillahirrahmanirrahim...


Syukur pada Allah,peperiksaan akhir modul 4 sudah pun berakhir.Namun begitu,tanggungjawab yang lain masih menunggu dan harus ditunaikan.Artikel seterusnya untuk majalah The Letter of Avicenna(TLoA),majalah rasmi Perubatan Cawangan Iskandariah (PCI).

Dengan izin Allah serta bantuan rakanku,'Nenek',artikel bertajuk "Anda Sibuk?" berjaya disiapkan.

************************************************************************************


“Argh,bila masa nak rehat ni?”keluh Alisya,pelajar perubatan tahun pertama Universiti Iskandariah,Mesir.

“Mak aku cakap,belajar medik memanglah sibuk,”balas Hairina,rakan serumah Alisya.

Tik tok,tik tok..Masa terus berlalu.Setiap masa,setiap jam,setiap minit anda ada sahaja yang perlu dilakukan?Anda rasa anda sibuk?Tiada masa untuk rehat?Jom tinjau antara sebab-sebab sibuk yang sering kita berikan.

“Lamanya kelas...”
Kehidupan sebagai seorang pelajar perubatan tidak dinafikan sememangnya sibuk.Bermula dengan rutin harian yang terpaksa bergegas ke kelas seawal 8 pagi dan kadang-kadang berakhir ketika sang suria pun hampir terbenam.Jangka masa kelas yang panjang terutamanya bagi para pelajar yang telah memulakan tahun klinikal adalah antara cabaran yang harus ditempuhi.Namun,bak kata pepatah ’alah bisa tegal biasa’.Setiap perjuangan yang pahit,insyaAllah akan mendapat hasil yang memuaskan.

“Carilah ilmu sampai ke negeri Cina”(hadis Rasulullah).
Umur masih muda,tenaga masih banyak, tambahan pula bermukim di bumi anbiyak,bumi barakah yang kaya dengan khazanah ilmu .Maka rugilah kalau masa muda yang ada tidak dimanfaatkan untuk mencari ilmu sebanyak yang mungkin.Oleh sebab itu,ramai pelajar perubatan di Mesir merebut peluang yang ada dengan mengikuti kelas-kelas sampingan seperti kelas tajwid, kelas bahasa arab dan kelas agama.Tidak hairanlah ramai pelajar perubatan di sini kerap dihambat kesibukan.

“Kami ahli aktif PERUBATAN”
Selain komitmen belajar,pelajar perubatan digalakkan untuk memberi komitmen yang baik dalam aktiviti-aktiviti yang dianjurkan persatuan.Dalam kekalutan mengadaptasi diri dengan ilmu yang baru diperolehi,tidak kurang juga yang meluangkan masa menghadiri seminar,forum,ceramah,pertandingan,lawatan serta sukan yang dianjurkan oleh pihak persatuan terutamanya anjuran PERUBATAN.Kesibukan makin menjadi-jadi jika anda merupakan AJK tidak kira sama ada AJK induk mahupun AJK bawahan kerana banyak mesyuarat serta komitmen yang diperlukan bagi memastikan program persatuan yang dirancang berjalan dengan lancar.

“Banyak assignment kena buat..”
Sistem pembelajaran di peringkat pengajian tinggi memerlukan penilaian dari pelbagai aspek.Bukan sahaja tahap penguasaan terhadap satu-satu bidang ilmu yang bakal dinilai,malah kemahiran kerja berkumpulan serta keyakinan untuk membentangkan kertas kerja menjadi ukuran untuk meneruskan langkah sebagai seorang pelajar perubatan.Seperti biasa,perbincangan menjadi agenda utama setelah mendapat tugasan dari tutor masing-masing.Kemudian sesi mencari maklumat bermula,diikuti pula sesi pengesahan maklumat oleh tutor.Seterusnya,sesi pembentangan akan menyusul.Nampak mudah,bukan?Tetapi,untuk menyiapkan sesebuah ‘assignment’ memerlukan usaha yang bukan sedikit untuk mencapai kepuasan para penilai.

Takutnya nak exam..’
Apabila perpustakaan makin sesak,emosi para pelajar semakin terganggu,dan cuti belajar telah bermula,itu petanda bahawa peperiksaan bakal menjelang.Pada saat inilah pelajar perubatan berada dalam kemuncak kesibukan mereka.Beraneka strategi dirancang untuk berjuang habis-habisan dalam dewan peperiksaan kelak.Ada yang sibuk menjawab soalan tahun-tahun lalu,ada pula yang sibuk membuat nota dan ada pula yang mengadap buku-buku rujukan yang tebal untuk mendapat maklumat tambahan.Apabila hari peperiksaan hampir tiba,strategi bertukar dengan sesi saling menyoal dengan rakan masing-masing demi mengingat kembali fakta yang dihafal.

Walau bagaimana pun kesibukan anda,ingat!Semua orang dikurniakan 24 jam setiap hari.Jika anda merasakan anda sibuk,fikirkan bahawa ramai lagi orang yang sibuk dari anda.Anda bukan menteri,bukan juga nabi untuk mengaku ssesungguhnya anda memang sibuk.Hakikatnya kita adalah sama cuma kita berasa sibuk mungkin kerana kurang bijak mengurus masa.Justeru,kesibukan yang anda rasa tidak seharusnya dijadikan alasan untuk tidak menyeimbangkan amalan kita untuk dunia dan akhirat.

Sebuah hadis Rasulullah s.a.w., antara lain menyatakan


“Perguna lima perkara sebelum datang lima perkara; masa mudamu sebelum tua, masa sihatmu sebelum sakit, masa lapangmu sebelum sibuk, masa beradamu (kaya) sebelum jatuh miskin dan masa hidupmu sebelum mati”.


Dalam kalam Dr. Imam Ahmad bin Hambal pula ada berbunyi


’Hidup ini adalah keyakinan dan perjuangan, dan perjuangan mukmin yg sejati tidak akan berhenti kecuali kedua tapak kakinya telah menginjak pintu syurga’.


Tangani kesibukan anda dengan bijak!